Kamis, 12 April 2012

Memperbarui Komitmen Setiap Malam

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhary disebutkan bahwa setiap malam ketika Nabi saw bangun untuk sholat malam beliau menyampaikan sebuah doa kepada Allah swt yang intinya memohon ampunan Allah swt atas segenap dosa di masa lalu dan yang akan datang.
Namun sangat menarik untuk dicatat bahwa doa tersebut diawali dengan rangkaian ungkapan pujian yang mengandung pembaruan komitmen Nabi saw  kepada Allah swt dan kepada kehidupan akhirat.

Jika setiap muslim melakukan sholat malam diiringi membaca doa ini, niscaya ingatannya terhadap kehidupan akhirat tentu akan menjadi sangat kuat.
”… Engkaulah Yang Maha Benar, dan janjiMu benar, perjumpaan denganMu benar, firmanMu benar, Surga itu benar, Neraka itu benar…”

Subhanallah…!
Kalimat di atas merupakan rangkaian pembaruan ungkapan komitmen, laksana pembaruan bai’at seorang prajurit kepada komandannya.
Jika seorang muslim membaca kalimat di atas setiap malam dengan penghayatan penuh tentulah ia akan menjadi seorang hamba Allah swt yang berkeyakinan mantap akan kehidupan setelah kematian.
Ia akan menjadi bersemangat mengusahakan segala daya-upaya untuk meraih kenikmatan surga.
Demikian pula ia akan menjadi sangat bersungguh-sungguh menghindari azab neraka Allah swt yang amat menakutkan.
Sungguh sangat berbeda sikap dan prilaku seorang ahli dunia dengan ahli akhirat.
Seorang ahli dunia sangat berambisi mengejar keberhasilan jangka pendek sehingga justru Allah swt cerai-beraikan urusannya di dunia dan akhirat dan Allah swt jadikan ia selalu dihantui oleh bayang-bayang kefakiran di dalam kehidupan dunia.
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang dunia adalah ambisinya, niscaya Allah swt cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran di hadapan kedua matanya dan Allah swt tidak memberinya dari harta dunia ini, kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.” (HR Ibnu Majah 4095).
Rasulullah saw bersabda:
“Dan barangsiapa yang akhirat menjadi keinginannya, niscaya Allah swt kumpulkan baginya urusannya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya.” (HR Ibnu Majah 4095).

Tidak ada komentar: